![]() |
| Ilustrasi Indonesia Sebagai poros maritim dunia |
Salah satu
visi dan misi presiden terpilih Jokowi-Jk adalah mewujudkan indonesia sebagai
poros maritim dunia disambut hangat oleh masyarakat karena masyarakat merasa
ini adalah ide cemerlang untuk membangun negara melalui laut.
Keberadaan
indonesia sebagai negara kepulauan terbesar didunia dengan wilayah laut dari
daratan, luas perairan indonesia 3.25 juta Km2 dengan ZEEI 2,55 juta
Km2 dan daratan 2,01 juta Km2, indonesia memiliki pulau
17.504 pulau dan hanya sekitar 13.466 yang memiliki nama jadi sangat tepat jika
presiden terpilih memilih visi indonesia sebagai poros maritim dunia.
(kp3k.kkp)
Selama ini
sejak kemerdekaan sangat minim pemimpin negara yang mau membangun dan memanfaatkan
anugerah yang bangsa lain tidak punya seperti apa yang dimiliki indonesia
padahal sumber dari kekuatan negara baik secara politik maupun perekonomian itu
berada dilaut.
Berbicara
perekonomian poros maritim sangat berguna dalam percepatan pembungan seperti
yang dipaparkan presiden terpilih saat debat kandidat ketiga yang dilaksanakan
di holiday inn, jakarta 22 juni lalu, ungkap jokowi saat itu “ kami jokowi-JK menilai pergeseran geopolitik dan ekonomi dari barat ke
Asia, harus kita hadapi karena ini kesempatan kita menjadi negara besar,
kedepan kita harus menangkan pertarungan di samudera di maritim ”
Posisi
indonesia sebagai the global supply chain
system yang menghubungkan Samudera Pasifik dengan Samudera Hindia dan Benua
Asia dengan Australia mestinya mendatangkan ekonomi yang besar, sebagai negara
maritim dan kepulauan terbesar didunia, indonesia memiliki kekayaan alam yang
sangat besar dan beragam baik berupa sumberdaya alam terbarukan (renewable
resources) seperti perikanan, terumbu karang, hutan mangrove, rumput laut dan
produk-produk biotekhnologi, maupun berupa SDA yang tak dapat pulih
(nonrenewable resources) seperti migas, timah, bijih besi, bauksit dan mineral
lainnya) dan laut juga memiliki energi tersendiri seperti pasang surut, gelombang,
angin dan OTEC (Ocean Thermal Energy Conversion). Seperti yang diungkapkan
Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, MS mentri kelautan dan perikanan era kabinet
gotong royong yaitu indonesia adalah Raksasa ekonomi yang tertidur karena pengelolaan laut indonesia masih banyak yang
tak dimanfaatkan dengan maksimal hanya 20% dari total potensi laut yang
dimanfaatkan secara maksimal.
Perlu kita
ketahui bersama bahwa ciri negara maritim adalah memiliki kemampuan mengelola
laut sebagai sumber kesejahteraan bangsa dan perdagangan dunia, sebenarnya
gambaran fundamental pembangunan yang berorientasi kelaut sudah pernah dirintis
sejak dibawah kepemimpinan bung karno pada tahun 1987 melalui deklarasi Djuanda
saat itu munculah konsep wawasan nusantara, berikutnya 10 desember 1982 disusul
oleh pak harto melalui konvensi PBB yang dikenal dengan nama United Nations Convention On the Law of the Sea (UNCLOS) saat itu munculah
pengakuan Internasional tentang hukum Laut, yang terakhir pada tahun 1999 dari
kabinet persatuan nasional yang dipimpin oleh KH Abdurrahman wahid terbentuklah
kementrian eksplorasi laut yang sekarang bernama kementrian kelautan dan
perikanan dengan nahkoda pertama yaitu Sarwono kusumaatmadja.
Meskipun kedua
perjanjian dan satu kementrian tersebut
sudah ditegakkan tetapi masih banyak sumberdaya kelautan dan perikanan belum
dioptimalkan, masih rawan tindak kriminal di laut termasuk melanggar
kedaulatan. Untuk mewujudkan indonesia sebagai negara maritim indonesia harus
mampu berdaulat dan disegani oleh negara lain atas wilayahnya, menguasai laut
darat dan udara serta memiliki Sea power yang
dapat diandalkan baik dinasional maupun internasional, mampu mengelola hasil
laut dan memanfaatkan hasilnya guna kesejahtraan rakyat.
Sekilas
Kerajaan sriwijaya
Melihat sejarah
tentang kerajaan Sriwijaya yang dikenal sebagai kerajaan maritim dan dikenal
sebagai kerajaan nusantara yang pertama di wilayah indonesia, sebenarnya harus menjadi contoh negara
indonesia saat ini, saat itu kerajaan sriwijaya yang letaknya sangat strategis
yaitu ditepi selat malaka yang menjadi transitnya kapal kapal asing dan menjadi
jalur lalu lintas perdagangan india ke cina serta sering dikunjungi
pedagang-pedagang dari persia, gujarad dan arab, kerajaan ini merupakan pusat
perdagangan.
Menurut catatan
asing bumi sriwijaya menghasilkan diantaranya cengkeh, kapulaga, pala, lada,
pinang, kayu gaharu, kayu cendana, kapur barus, gading, timah, penyu dan bahan
rempah lain barang tersebut dijual dan dibarter dengan kain katu, sutera dan
porselen melalui relasi perdangannya dengan negara cina, india, arab dan
madagaskar. Didunia perdagangan sriwijaya pengendali jalur perdagangan antara cina
dan india yakni atas penguasaan dua selat yaitu malaka dan sunda oleh karena
itu kerajaan sriwijaya terkenal sebagai kerajaan terkaya saat itu karena laju
ekonomi kerajaan kian cepat dan berkembang pesat.

