![]() |
| Illustrasi |
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Saat pulang melaut nelayan harus berenang sejauh 300 meter untuk mencapai tepi pantai Kuala Batee, Pidie, menyusul kuala tersebut dangkal sehingga nelayan tak bisa merapatkan boat mereka. Penimbunan pasir bercampur tanah di kuala tersebut telah terjadi pascatsunami meluluh lantakkan Aceh tahun 2004.
Camat Batee, Muzakkir kepada Serambinews.com, Rabu (5/8/2015) mengatakan, berdasarkan laporan keuchik dan nelayan bahwa sekitar 50 boat dompeng tidak bisa merapat ke Kuala Batee saat pulang mecari rezeki di laut lepas karena kualanya dangkal. Sehingga para nelayan harus berenang sejauh 300 meter untuk mencapai tepi pantai.
"Sebagian memutar ke kuala lain yang rutenya sangat jauh misalnya Gampong Pulo Bungong. Kondisi ini sudah terjadi pascatsunami di Aceh," katanya.
Kata Muzakkir, ia bersama tokoh masyarakat Batee telah melaporkan dangkalnya Kuala Batee ke Dinas Kelautan dan Perikanan Pidie. Tapi, sampai kini belum ada tindak lanjut nyata di lapangan untuk melakukan pengerukan kuala.
"Seharusnya dinas merespons karena menyangkut hajat hidup masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan." katanya. (*)
Sumber: Agresi Serambinews

