![]() |
| Tuna Memiliki Nilai Jual Yang Tinggi |
Pemasaran tuna di Indonesia terutama di Aceh tidak terlepas
dari kendala-kendala berupa kurangnya penerapan rantai dingin, perlakuan
penangkapan serta kurangnya wawasan stakeholder tentang keamanan produk yang
harus mengikuti standar pengamanan pemasaran dunia, oleh sebab itu indonesia
harus mematuhi syarat-syarat pengamanan perdagangan dunia sebagai syarat
bersaing tingkat dunia, dalam perlakuan penangkapan tuna harus dilakukan secara
adil dan harus memperhatikan jangka panjang agar sumber daya ikan tuna tidak
punah.
Saat ini nilai ekspor tuna Indonesia tercatat tahun 2014 mencapai USD895 juta, ada peningkatan bila
dibandingkan dengan periode 2013 yang hanya USD794 Juta, peran pemerintah cukup baik namun
masih perlu ditingkatkan guna memperbaiki kondisi faktor sumberdaya yang
menjadi masalah utama dalam pengembangan ikan tuna Nasional khususnya Aceh.
Beberapa
strategi Penulis dalam pemasaran ikan tuna
yaitu :
1. Meningkatkan kualitas dan keamanan tuna
2. Teknologi
penangkapan harus ramah lingkungan,
3. Memenuhi standar persyaratan ekspor
internasional,
4. Pelatihan mengenai pasca panen sesuai HACCP dan
5.
Pembangunan Pelabuhan ekspor.
Untuk mendukung pro bisnis, pro lingkungan serta
pro keberlanjutan yang merupakan tiga pilar baru di kementrian kelautan dan
perikanan maka akan sinergis dalam meningkatkan pemasaran tuna nasional yang
akan bersaing di Masyarakat Ekonomi Asean (MEA 2015).

