![]() |
| Nelayan Aceh jaya Terima bantuan boat |
TAPAKTUAN- Naas, kapal nelayan KM Bintang Timur berukuran 40 GT yang parkir di TPI Lhok Pawoh, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan, karam akibat telantar dan mengalami kebocoran di bagian lambung. Boat bantuan senilai Rp 2 miliar itu tenggelam pada Sabtu malam (25/7) malam.
Informasi diterima Serambi, KM Bintang Timur bantuan Pemerintah Aceh itu telantar sejak tiga bulan lalu. “Selain pengaruh guyuran hujan, diduga mengalami kebocoran di bagian lambung,” kata Panglima laot Lhok Lhok Pawoh, Muhajar, Minggu (26/7).
Melihat kondisi yang memprihatikan itu, pihaknya dan nelayan setempat telah menghubungi pihak terkait untuk menyelamatkan boat tersebut. Sayangnya, hingga malam hari tidak seorang pun datang memberi pertolongan. “Warga di sini enggan berinisiatif menyelamatkan boat tersebut jika tidak ada pihak yang bertanggungjawab. Apalagi harga boat itu mencapai miliaran. Akhirnya, pada pukul 00.10 WIB, boat Nanggroe itu pun karam,” kata Muhajar.
Sejumlah warga menyesalkan peristiwa itu. Pasalnya, boat bantuan Pemerintah Aceh yang bertujuan untuk meningkatan perekonomian masyarakat itu, karam sia-sia. “Boat itu dibuat dengan dana yang tinggi, namun tidak dimanfaatkan dengan baik. Peristiwa ini tentunya merugikan keuangan daerah,” kata sejumlah warga yang prihatin dengan kejadian tenggelamnya KM Bintang Timur itu.
Kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Selatan, Cut Yusminar APi yang dikonfirmasi kemarin mengaku, dua unit kapal nelayan bantuan Dinas Perikanan Provinsi Aceh itu diperuntukkan bagi kelompok nelayan Aceh Selatan, bersumber dari dana APBA Tahun 2013 dengan pagu anggaran sekitar Rp 2,2 miliar per unit.
“Kami sudah mendapat laporan dari masyarakat, bahwa salah satu boat itu di parkir di TPI Lhok Pawoh dalam kondisi tidak beraktivitas. Boat satunya lagi, dikabarkan ditambat di Pelabuhan Labuhan Haji. Sejauh ini kami tidak tahu secara resmi siapa pengurus dan nohkodanya,” jelas Yusminar.(tz)

