Selamat datang di website pribadi saya

Terbilang Langka, Predator Lintah Serang Ikan Kerapu di Tambak Warga Langsa

Selasa, 14 Juli 20150 komentar

Ikan Kerapu
AcehFokus|Langsa. Puluhan binatang air sejenis lintah yang biasa hidup di air tawar, telah menyerang ikan peliharaan jenis kerapu (geurapee, Aceh) di lokasi tambak ikan air asin milik sejumlah warga di Desa Kuala, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa, Aceh, Kamis (2/4) menjelang petang.
Sejumlah petani tambak yang saat itu berada di lokasi tambaknya mengeluhkan kepada para petugas teknis dari dinas terkait yang sedang berkunjung ke lokasi tambak warga, dimana ikan kerapu peliharaan mereka banyak yang terapung di permukaan air dalam kondisi mati, padahal ikan-ikan tersebut tinggal menunggu masa panennya dalam hitungan minggu. Kondisi ikan kerapu yang mati setelah dimangsa predator, kondisinya banyak dikerubuti lintah yang menempel di bagian luar badan dan sisik ikan, darah segar ikan kerapu diisap oleh predator. 
Tim teknis dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Langsa dan beberapa dari tim teknis Provinsi Aceh yang kebetulan secara berkala bekunjung ke sejumlah lokasi petani tambak binaan di pesisir Kota Langsa tersebut, merasa kaget dengan fenomena alam tersebut.
"Binatang yang menyerang ikan kerapu di lokasi tambak warga, sejenis lintah. Binatang ini menghisap darah ikan dengan menempelkan tubuhnya di bagian kulit ikan sehingga ikan mati dan mengapung di air tambak. Kami belum bisa menyebutkan lebih detil jenis binatang apa ini, apakah lintah laut atau apa, " jelas Dr. Agus Putra, S.Pi, M.Sc, Kepala Seksi (Kasi) Perikanan Budidaya dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Langsa, kepada AcehFokus, Selasa petang.
Dirinya mengakui, aksi cepat tanggap telah dilakukan pihaknya dengan mengambil sampel beberapa ekor ikan kerapu yang mati akibat serangan mematikan predator sejenis lintah, dengan dibelah kepala ikan kerapu hingga bagian perut ikan, lalu diberi bahan pengawet sementara berupa alkohol. Juga, ikut diamankan beberapa ekor predator sejenis lintah yang diberi alkohol untuk diboyong ke laboratorium perikanan di Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi di Banda Aceh, guna sebagai bahan sampel untuk diteliti lebih lanjut.
Dikatakan Agus, berdasarkan pengalaman dirinya sebagai tim teknis perikanan di kota kelahirannya, selama ini belum pernah ditemukan kasus seperti itu.
"Setahu saya, ini kasus pertama kalinya jenis hama bagi petani tambak ikan kerapu, " jelas Agus yang sehari-hari di luar kedinasannya juga memimpin sebuah lembaga pendidikan ektra kurikuler, Lembaga Pendidikan BEC Langsa. 
Masih menurutnya, " saya juga belum pernah menerima laporan warga petani tambak ikan kerapu sebelum kasus ini ditemukan. Ini seperti fenomena alam, sejenis lintah yang biasannya hidup di air tawar malah kini menyerang ikan yang hidup di air asin," tukasnya.
Setelah ditemukan kejadian langka tersebut, pihaknya bersama tim teknis dari provinsi terus meningkatkan komunikasi dengan warga petani tambak yang sangat dirugikan oleh predator sejenis lintah, guna pemantauan hari per hari perkembangan kondisi ikan kerapu di lokasi tambak warga Kuala Langsa.
 
Share this article :
 
Support : Devi Ersa Putri | Creating Website | Disbudpar Aceh | Ersa Template | Pemko Langsa
Copyright © 2015. Devi Ersa Putri - All Rights Reserved
Template Created by Tourism Ambassador Modify by Devi Ersa Putri
Proudly powered by Devi Ersa Putri