![]() |
| Ikan Kerapu |
AcehFokus|Langsa. Puluhan
binatang air sejenis lintah yang biasa hidup di air tawar, telah
menyerang ikan peliharaan jenis kerapu (geurapee, Aceh) di lokasi tambak
ikan air asin milik sejumlah warga di Desa Kuala, Kecamatan Langsa
Barat, Kota Langsa, Aceh, Kamis (2/4) menjelang petang.
Sejumlah petani tambak yang saat itu berada di lokasi tambaknya
mengeluhkan kepada para petugas teknis dari dinas terkait yang sedang
berkunjung ke lokasi tambak warga, dimana ikan kerapu peliharaan mereka
banyak yang terapung di permukaan air dalam kondisi mati, padahal
ikan-ikan tersebut tinggal menunggu masa panennya dalam hitungan minggu.
Kondisi ikan kerapu yang mati setelah dimangsa predator, kondisinya
banyak dikerubuti lintah yang menempel di bagian luar badan dan sisik
ikan, darah segar ikan kerapu diisap oleh predator.
Tim teknis dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Langsa dan beberapa
dari tim teknis Provinsi Aceh yang kebetulan secara berkala bekunjung ke
sejumlah lokasi petani tambak binaan di pesisir Kota Langsa tersebut,
merasa kaget dengan fenomena alam tersebut.
"Binatang yang menyerang ikan kerapu di lokasi tambak warga, sejenis
lintah. Binatang ini menghisap darah ikan dengan menempelkan tubuhnya di
bagian kulit ikan sehingga ikan mati dan mengapung di air tambak. Kami
belum bisa menyebutkan lebih detil jenis binatang apa ini, apakah lintah
laut atau apa, " jelas Dr. Agus Putra, S.Pi, M.Sc, Kepala Seksi (Kasi)
Perikanan Budidaya dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Langsa, kepada
AcehFokus, Selasa petang.
Dirinya mengakui, aksi cepat tanggap telah dilakukan pihaknya dengan
mengambil sampel beberapa ekor ikan kerapu yang mati akibat serangan
mematikan predator sejenis lintah, dengan dibelah kepala ikan kerapu
hingga bagian perut ikan, lalu diberi bahan pengawet sementara berupa
alkohol. Juga, ikut diamankan beberapa ekor predator sejenis lintah yang
diberi alkohol untuk diboyong ke laboratorium perikanan di Dinas
Perikanan dan Kelautan Provinsi di Banda Aceh, guna sebagai bahan sampel
untuk diteliti lebih lanjut.
Dikatakan Agus, berdasarkan pengalaman dirinya sebagai tim teknis
perikanan di kota kelahirannya, selama ini belum pernah ditemukan kasus
seperti itu.
"Setahu saya, ini kasus pertama kalinya jenis hama bagi petani tambak
ikan kerapu, " jelas Agus yang sehari-hari di luar kedinasannya juga
memimpin sebuah lembaga pendidikan ektra kurikuler, Lembaga Pendidikan
BEC Langsa.
Masih menurutnya, " saya juga belum pernah menerima laporan warga petani
tambak ikan kerapu sebelum kasus ini ditemukan. Ini seperti fenomena
alam, sejenis lintah yang biasannya hidup di air tawar malah kini
menyerang ikan yang hidup di air asin," tukasnya.
Setelah ditemukan kejadian langka tersebut, pihaknya bersama tim teknis
dari provinsi terus meningkatkan komunikasi dengan warga petani tambak
yang sangat dirugikan oleh predator sejenis lintah, guna pemantauan hari
per hari perkembangan kondisi ikan kerapu di lokasi tambak warga Kuala
Langsa.

