MEUREUDU - Sejak beberapa tahun terakhir, para nelayan Panteraja, Pidie Jaya, terpaksa membongkar ikan hasil tangkapan dari boat di laut. Sebab, kini mulut kuala dangkal, sehingga boat tak bisa merapat ke dermaga.
Seorang nelayan di Panteraja, Hamid AR kepada Serambi Sabtu (25/7) mengatakan, selama ini para nelayan sangat sengsara karena tidak bisa memobongkar ikan di dermaga, karena mulut kuala dangkal. Akibatnya, semua nelayan terpaksa membongkar ikan hasil tangkapan dari boat di laut dan harus mengangkut bersusah payah ke bibir pantai.
Sedangkan M Yunus seorang nelayan lainnya, jusru menuding Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pijay tak peduli dengan nasib para nelayan. Sebab, sudah setahun lebih para nelayan jika hendak melaut harus menunggu air pasang agar boat bisa keluar dari pangkalan.
M Yunus yang juga mantan Keuchik Hagu itu sangat berharap kepada Pemkab Pijay melalui dinas terkait supaya kuala yang kini sudah sangat dangkal itu dikeruk sekaligus dipasang batu gajah kiri dan kanan sebagaimana terlihat di sejumlah kuala lainnya di Pijay.
Abu laot Lhok Panteraja, Usman Bunsu tidak membantah jika sejak beberapa tahun lalu mulut kuala Panteraja sudah dangkal dan tak bisa dilalui boat jika tidak saat pasang.
Katanya, persoalan dangkalnya mulut kuala itu sudah berulangkali dilaporkan ke instansi terkait. Bahkan, persoalan itu juga, kata Usman Bansu sudah pernah dilaporkan pada staf Kementerian Kelautan dan Perikanan Pusat berkunjung ke PPI Panteraja beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pidie Jaya, Ir Kamaluddin, yang berulangkali dihubungi Serambi melalui ponselnya siang kemarin siang tidak berhasil, karena tak diangkat telepon. Sementara menurut Yulizar, Kabid Perikanan Budidaya DKP Pijay, terhadap dangkalnya mulut kuala Panteraja itu akan segera diatasi dalam tahun ini juga.
Ditegaskan Yulizar, proyek pengerukan mulut kuala Panteraja itu akan ditanggulangi dengan dana APBK. “Tahun ini juga mulut Kuala Panteraja itu akan dikeruk dengan dana APBK,” kata Kabid Perikanan Budidaya DKP Pijay tersebut.(ag)

