HomeLemang Bambu, Kuliner Khas Ramadan di Kota Langsa
Lemang Bambu, Kuliner Khas Ramadan di Kota Langsa
 |
Lemang bambu merupakan makanan khas yang berasal dari pulau sumatera,
yang terbuat dari beras ketan, santan dan dibalut oleh daun pisang
Citizen6, Langsa Lemang bambu merupakan makanan khas yang
berasal dari pulau sumatera, yang terbuat dari beras ketan, santan dan
dibalut oleh daun pisang lalu dimasukan ke dalam seruas bambu. Biasanya
suku melayu yang berada di pulau Sumatera memasak lemang untuk
peringatan hari-hari besar seperti hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.
Kota
Langsa yang terkenal dengan terasi dan kecapnya tidak menutup
kemungkinan kota Langsa akan dikenal dengan lemang bambunya. Namun
sayang lemang bambu di sini hanya bisa ditemui saat bulan Ramadhan saja.
Lemang bambu di kota Langsa banyak terdapat di Jalan Lintas Sumatera
(Jalinsum) tepatnya di desa Seuneubok Antara kecamatan Langsa Timur,
kurang lebih 8 Km dari pusat kota Langsa.
Keberadaan lemang di
kota Langsa sudah lumayan lama yaitu sejak tahun 1988. Waktu itu 3 orang
pedagang berdarah batak mandailing bermargakan Nasution yaitu keluarga
Alm. Abdul Hamid Nasution, mencoba menjual lemang di bulan Ramadhan.
Mereka menjual lemang di depan rumah masing-masing.
Mereka mendirikan sebuah pondok layaknya penjual pada umumnya sebagai
tempat berteduh dan kebetulan rumah mereka berada tepat di pinggiran
Jalan Lintas Sumatera. Saat itu harga lemang per ikatnya berkisar antara
Rp.800 s/d Rp. 1.000, melihat kondisi yang menguntungkan dan dapat
meningkatkan ekonomi keluarga maka tahun berganti tahun mereka terus
berjualan lemang bambu.
Perkembangan lemang bambu dari tahun
ketahun meningkat. Terbukti dengan ramainya pedagang yang berjualan di
desa tersebut. Pada bulan Ramadan 1436 H ini terdapat sekitar 20 pondok
lemang yang dijadikan sebagai tempat jualan. Adapun harga lemang dan
cara penjualan ini tergantung dari masing-masing pedagang. Tetapi pada
umumnya pedagang menjual per ikat, 1 ikat lemang berjumlah 3 batang
Lemang bambu dengan harga Rp. 25.000 s/d Rp. 30.000 tergantung besar
kecilnya bambu.
Sebagai pendukung larisnya lemang bambu di kota Langsa pedagang juga
menjual selai sebagai pendukung santapan lemang bahkan ada yang menjual
durian sebagai pendukung santapan lemang saat berbuka puasa. Uniknya
selai yang di gunakan sebagai santapan lemang itu rata-rata dibuat
sendiri oleh penjual lemang bambu.
Jika berkunjung kekota Langsa luangkanlah sedikit waktu untuk membeli lemang khas kota Langsa sebagai santapan saat berbuka.
*Penulis
Syahputra, mahasiswa Jurusan Budidaya Perairan, Universitas Malikussaleh
| |
http://waspada.co.id/aceh/lemang-bambu-ramaikan-ramadhan-di-langsa/